Rabu, 17 September 2014

JEJAK KITA BERSAMA
“THE STORY OF US “


Liburan memang momen yang sangat ditunggu – tunggu oleh setiap insan di dunia . Bagaimana tidak, di waktu itulah dimana kita semua bisa bersenang-senang dan menjernihkan pikiran dari dunia yang super sibuk seperti sekolah , perkuliahan ,sampai dunia kerja .
Nah ! bertepatan dengan liburan sekarang , sekolah kami mengadakan objek wisata bersama yang di khususkan untuk kelas XII. Biasanya ajang wisata tersebut diadakan pada bulan Desember , semua anak kelas XII mengikuti wisata tersebut tak terkecuali kelasku ,yaitu D’capstal  “The Education Prestasi Class “ alias XII IPA 4.
Tempat tujuan wisata kali ini adalah Yogyakarta, yeeeyyy Yogya we coming..!!!
Yogyakarta yang terkenal dengan sebuatan kota pendidikan itu  banyak memiliki objek wisata terkenal seperti gunung, candi dan pantainya yang bertahun-tahun menjadi tempat favorite untuk berlibur dan berwisata .
Tak disangka kesempatan kali ini akan dihabiskan bersama sahabat yang pastinya akan semakin seru dan tak terlupakan , apalagi di temani kedua cewe manis dan cantik yaitu Laila dan Eka. Mereka berdua adalah sahabat terdekatku yang selalu menemani hari-hari sekolahku dengan canda , tawa sampai nasehat-nasehat mereka yang membuatku bertahan dalam menghadapi masalah.
Wah !!Gumamku setelah sampai di Pantai Kukub yang menjadi objek wisata pertama kami .
Bisa di bayangkan berapa jauh perjalanan kami menggunakan kendaraan beroda enam dari  Sumatera Selatan, yaitu Belitang ke Yogyakarta. Mungkin tidak semua orang tahu dimana daerahku berada  ,dari Kota Palembang masih harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam untuk masuk ke tempat kelahiranku itu . Tempat yang biasa-biasa saja tidak banyak memiliki objek wisata seperti daerah lainnya, tetapi bagaimana pun juga tak ada yang lebih nyaman selain daerah  kelahiran sendiri . Right?
Pantai Kukub terletak di Desa Kemadang , Yogyakarta merupakan salah satu objek wisata pantai yang dikelilingi pegunungan-pegunungan yang begitu elok serta gua-gua dan karang yang indah , benar-benar tempat yang cocok untuk mengabadikan momen bersama keluarga maupun sahabat.
Tetapi untuk menuju Pantai Kukub kami harus berjalan lumayan jauh ,di karenakan kendaraan beroda enam kami tidak bisa masuk mengantar sampai kawasan objek wisata tersebut.
Ketika dalam perjalanan aku dan sahabatku tersenyum satu sama lain , kemudian mengarahkan mata kami ke sekeliling jalan, ternyata banyak sekali pedagang yang menyajikan makanan khas pantai serta toko-toko souvenir yang menjual biota laut termasuk ikan –ikan hias serta pernak pernik yang lucu dan unik .
Perhiasan , boneka hewan, dan berbagai macam koleksi antik yang dibuat dari kerang dan berbagai batuan laut itu menarik perhatianku dan sahabatku Eka untuk melihat-lihat , salah satu yang kami temukan , yaitu kreasi bentuk dari kerang-kerang kecil menjadi sepasang kelinci yang sedang duduk di atas bebatuan yang sebenarnya terbuat dari cangkang kepiting.
Comelnya, sahutku dan Eka yang pada dasarnya memiliki hobi yang sama terhadap kelinci .
Setelah terjadi transaksi tawar menawar akhirnya kami berhasil mendapatkan kelinci tersebut dengan harga yang lumayan murah .
Rasa lelah selama perjalanan bagai hilang terbawa gelombang pasang air laut , wajah-wajah yang cerah dan gembira terlukis indah setelah melihat salah satu keajaiban Allah yang mengagumkan itu.
Kuhaturkan rasa syukur saat melihat lautan terbentang luas nan indah ,di temani karang dan pegunungan yang mengitarinya , inilah saatnya mencurahkan segala isi hati yang bercampur aduk , senang , sedih dan tak percaya melihat panorama menakjubkan Pantai Kukub . Pasir putih kekuning-kuningan tersebar luas menghiasi tepi pantai , terkadang hamparan pasir itu penuh injakan kaki-kaki manusia yang berlari melawan ombak yang datang silih berganti .
Aku dan sahabatku tak kalah menunjukkan aksi kamera digital kami di berbagai tempat , mulai dari pemandangan di atas karang yang menjorok ke laut terpisah dari daratan , dengan jembatan berwarna biru terbentang sebagai alternatif jalan mencapai karang tersebut.
Di atas karang juga ada pondok yang sengaja dibangun agar para pengunjung dapat beristirahat di bawahnya . Suasana hati bertambah sejuk dan damai bila melihat kearah kiri dan kanan, dari karang tersebut sangat jelas pemandangan laut dan tepi pantai yang sekarang ramai oleh siswa sekolah kami . Berphoto di bawah gua-gua karangpun tak kalah hebatnya, apalagi sambil menikmati pemandangan perhiasan langit biru di temani es kelapa muda yang langsung dari pohonnya. Pokoknya cooolll !!
Betapa bahagianya saat itu sungguh tersirat dari wajah-wajah sahabatku , kami semua menjerit dan tertawa diiringi dengan jeprat jepret dari juru kamera kami , cowo berpostur tinggi dan jangkung bernama Bayu .
Selesai memanjakan diri dengan pemandangan menakjubkan dari Pantai Kukub, kami lalu pulang  berisitirahat di salah satu Hotel di Yogyakarta, di hotel tersebut satu kamar memiliki dua buah tempat tidur yang dipisahkan oleh meja kecil , tempatnya cukup nyaman untuk empat orang .
Tak terasa subuh menjelang dan matahari belum menampakkan pantulan sinarnya, sejak dari tadi Adzan subuh telah membangunkanku dari tidur yang pulas akibat kelelahan setelah perjalanan.
Saatnya untuk memulai hari ini dengan penuh semangat . Keep Sprit Guys !!!
Hari kedua di Yogyakarta sekaligus hari paling penting dalam sejarah kami  karena hari ini lebih banyak objek wisata lagi yang akan kami kunjungi , dimulai dari Museum TNI AD yang memberi kami banyak bekal sejarah-sejarah dari TNI indonesia , lalu Keraton Yogyakarta yang juga memberikan kami pengetahuan tentang budaya dan adat yang dimiliki oleh masyarakat Yogyakarta.
Tak ada kisah yang tak lengkap jika belum mengabadikannya sebagai album photo kenangan. Dan lagi-lagi Bayu yang menjadi juru photo kami, dengan menggunakan kamera milikku ,layaknya profesional ia memotret kami bersama beberapa turis disana.
Satu hal lagi yang tidak melengkapi perjalanan liburan jika tidak membawa buah tangan untuk keluarga tercinta . Oleh-oleh terkenal Yogyakarta tak lain adalah makanan khas bakpia ,geplak dan berbagai kerajinan batik , tas serta baju yang ada di Jalan Malioboro
Dengan sigapnya aku dan sahabat lainnya berpencar mencari barang-barang yang disukai untuk diri sendiri maupun sebagai oleh-oleh. Di Yogyakarta saat membeli tidak sah jika tidak ada tawar menawarnya , harga yang bernilai tinggi dapat turun drastis jika memiliki penawar yang jenius seperti gadis hitam manis bernama Witri , bahasa jawanya yang medok itu berhasil berkali- kali mendapat kan benda-benda antik dengan harga yang murah.
Laila dan aku membeli rok panjang yang sama tetapi hanya berbeda warna ,aku lebih suka rok batik yang di selimuti warna merah muda lembut, ketimbang warna purple yang Laila miliki sekarang .
Setelah puas berbelanja kami melanjutkan perjalanan ke Candi yang terkenal menjadi salah satu keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang , Jawa Tengah.
Candi yang dibangun oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendara pada tahun 824 memiliki patung Buddha sebanyak 504 dan 72 stupa terawang dan 1 stupa sebagai induk. Bukan pertama kali bagiku mendatangi objek wisata satu ini di karenakan tahun lalu baru saja aku berlibur bersama keluargaku mengunjungi Candi Borobudur.
Langkah demi langkah tangga menuju puncak candi kami naiki, walaupun sedikit berdesakkan tapi tidak apa-apa , anak mudakan tidak boleh kehilangan spirit-nya.
Seperti peribahasa Berakit-rakit Dahulu Bersenang-senang Kemudian , mencapai puncak candi tidaklah mudah karena tangganya semakin tinggi dan curam , berpegangan erat pada railing yang mengapit tangga adalah solusi terbaik agar tidak jatuh . Dan akhirnya usaha kami tidak sia-sia karena telah sampai di puncak Candi Borobudur.
Sesampai di puncak bertambah lagi kekaguman kami kepada ciptaan Allah yang  luar biasa , dari puncak sangat jelas kami bisa melihat Gunung Merapi , gunung yang masih aktif dan kapan saja dapat mengeluarkan muntahan magmanya . Tak lupa kami abadikan suasana tersebut dengan kamera digital kami , bergaya seakan tak ada orang yang lewat ataupun berkunjung , asalkan bahagia tak apa selagi bersama sahabat tercinta .
Salah satu yang membuatku tertawa geli ketika aku dan Laila berusaha memanjat batu di puncak untuk berphoto di bawah awan gelap yang merintikkan anugrahnya , untung saja tidak ada petugas yang melihat tingkah kami karena jelas-jelas tertulis larangan untuk memanjat batu di puncak Borobudur.
Sekali lagi aksi jeprat jepret berhasil membuat kami layaknya seperti photo model iklan terkenal. Bersama keluarga kelasku kucurahkan seluruh duka hati, suka cita dan bahagia di atas puncak Candi Borobudur , kami menunjukkan betapa kuatnya persahabatan kami , betapa kuat kepedulian kami dan betapa kuat rasa saling percaya yang tertanam dalam diri kami.
Persahabatan bukanlah hal yang mudah di lupakan begitu saja , apalagi ketika kita telah menempuh jalan kesuksesan masing-masing pasti akan lebih banyak menemukan pengalaman-pengalaman yang lebih berkesan lagi . Tetapi persahabatan tetap persahabatan , dimanapun mereka berada sekarang tetap ada serpihan kenangan yang tersisa, kenangan yang kita buat saat liburan bersama , saat bercanda bersama dan saat berphoto bersama , semua itu adalah bukti bahwa kita ada dan persahabatan kita pernah ada.
Objek Wisata terakhir sekaligus yang paling berkesan , Candi Borobudur yang mengajarkan kami berapa lama pun kau berdiri tetap saja harus ingat bahwa ada bangunan kokoh yang selalu menyokongmu sampai membuat puncakmu sendiri berdiri dan itulah Sahabat.
Cerita tetap akan menjadi cerita dan tempat-tempat itu menjadi saksi dari cerita kami , kami pun pulang dari Yogyakarta kembali menuju pulau Sumatera menyebrangi selat sunda menggunakan kapal yang tangguh bernama Kapal Ferri , air laut bergelombang setelah di lalui kapal membawa sejuta suka cita , pelajaran dan pengalaman dari perjalanan panjang kami . Sungguh Liburan yang tak pernah terlupakan dalam benak dan ragaku , ingin rasanya mengulang kembali pada masa itu , ketika kita bersama berada di atas karang pantai ,  memandang pemandangan dengan satu arah dan saling berpegangan tangan satu sama lain.


Sahabat ingatkah hari itu , wajah kita berseri sekali.