JEJAK
KITA BERSAMA
“THE
STORY OF US “
Liburan
memang momen yang sangat ditunggu – tunggu oleh setiap insan di dunia . Bagaimana
tidak, di waktu itulah dimana kita semua bisa bersenang-senang dan menjernihkan
pikiran dari dunia yang super sibuk seperti sekolah , perkuliahan ,sampai dunia
kerja .
Nah
! bertepatan
dengan liburan sekarang , sekolah kami mengadakan objek wisata bersama yang di
khususkan untuk kelas XII. Biasanya ajang wisata tersebut diadakan pada bulan
Desember , semua anak kelas XII mengikuti wisata tersebut tak terkecuali
kelasku ,yaitu D’capstal “The Education
Prestasi Class “ alias XII IPA 4.
Tempat tujuan wisata
kali ini adalah Yogyakarta, yeeeyyy Yogya
we coming..!!!
Yogyakarta yang
terkenal dengan sebuatan kota pendidikan itu
banyak memiliki objek wisata terkenal seperti gunung, candi dan
pantainya yang bertahun-tahun menjadi tempat favorite untuk berlibur dan
berwisata .
Tak disangka kesempatan
kali ini akan dihabiskan bersama sahabat yang pastinya akan semakin seru dan
tak terlupakan , apalagi di temani kedua cewe manis dan cantik yaitu Laila dan
Eka. Mereka berdua adalah sahabat terdekatku yang selalu menemani hari-hari
sekolahku dengan canda , tawa sampai nasehat-nasehat mereka yang membuatku
bertahan dalam menghadapi masalah.
Wah
!!Gumamku
setelah sampai di Pantai Kukub yang menjadi objek wisata pertama kami .
Bisa di bayangkan
berapa jauh perjalanan kami menggunakan kendaraan beroda enam dari Sumatera Selatan, yaitu Belitang ke
Yogyakarta. Mungkin tidak semua orang tahu dimana daerahku berada ,dari Kota Palembang masih harus menempuh
perjalanan sekitar 4 jam untuk masuk ke tempat kelahiranku itu . Tempat yang biasa-biasa
saja tidak banyak memiliki objek wisata seperti daerah lainnya, tetapi
bagaimana pun juga tak ada yang lebih nyaman selain daerah kelahiran sendiri . Right?
Pantai Kukub terletak
di Desa Kemadang , Yogyakarta merupakan salah satu objek wisata pantai yang dikelilingi
pegunungan-pegunungan yang begitu elok serta gua-gua dan karang yang indah ,
benar-benar tempat yang cocok untuk mengabadikan momen bersama keluarga maupun
sahabat.
Tetapi untuk menuju Pantai
Kukub kami harus berjalan lumayan jauh ,di karenakan kendaraan beroda enam kami
tidak bisa masuk mengantar sampai kawasan objek wisata tersebut.
Ketika dalam perjalanan
aku dan sahabatku tersenyum satu sama lain , kemudian mengarahkan mata kami ke
sekeliling jalan, ternyata banyak sekali pedagang yang menyajikan makanan khas
pantai serta toko-toko souvenir yang menjual biota laut termasuk ikan –ikan
hias serta pernak pernik yang lucu dan unik .
Perhiasan , boneka hewan,
dan berbagai macam koleksi antik yang dibuat dari kerang dan berbagai batuan
laut itu menarik perhatianku dan sahabatku Eka untuk melihat-lihat , salah satu
yang kami temukan , yaitu kreasi bentuk dari kerang-kerang kecil menjadi
sepasang kelinci yang sedang duduk di atas bebatuan yang sebenarnya terbuat
dari cangkang kepiting.
Comelnya,
sahutku
dan Eka yang pada dasarnya memiliki hobi yang sama terhadap kelinci .
Setelah terjadi
transaksi tawar menawar akhirnya kami berhasil mendapatkan kelinci tersebut
dengan harga yang lumayan murah .
Rasa lelah selama
perjalanan bagai hilang terbawa gelombang pasang air laut , wajah-wajah yang
cerah dan gembira terlukis indah setelah melihat salah satu keajaiban Allah
yang mengagumkan itu.
Kuhaturkan rasa syukur saat
melihat lautan terbentang luas nan
indah ,di temani karang dan pegunungan yang mengitarinya , inilah saatnya
mencurahkan segala isi hati yang bercampur aduk , senang , sedih dan tak
percaya melihat panorama menakjubkan Pantai Kukub . Pasir putih
kekuning-kuningan tersebar luas menghiasi tepi pantai , terkadang hamparan
pasir itu penuh injakan kaki-kaki manusia yang berlari melawan ombak yang
datang silih berganti .
Aku dan sahabatku tak
kalah menunjukkan aksi kamera digital kami di berbagai tempat , mulai dari
pemandangan di atas karang yang menjorok ke laut terpisah dari daratan , dengan
jembatan berwarna biru terbentang sebagai alternatif jalan mencapai karang
tersebut.
Di atas karang juga ada
pondok yang sengaja dibangun agar para pengunjung dapat beristirahat di
bawahnya . Suasana hati bertambah sejuk dan damai bila melihat kearah kiri dan
kanan, dari karang tersebut sangat jelas pemandangan laut dan tepi pantai yang
sekarang ramai oleh siswa sekolah kami . Berphoto di bawah gua-gua karangpun tak
kalah hebatnya, apalagi sambil menikmati pemandangan perhiasan langit biru di
temani es kelapa muda yang langsung dari pohonnya. Pokoknya cooolll !!
Betapa bahagianya saat
itu sungguh tersirat dari wajah-wajah sahabatku , kami semua menjerit dan
tertawa diiringi dengan jeprat jepret dari
juru kamera kami , cowo berpostur tinggi dan jangkung bernama Bayu .
Selesai memanjakan diri
dengan pemandangan menakjubkan dari Pantai Kukub, kami lalu pulang berisitirahat di salah satu Hotel di
Yogyakarta, di hotel tersebut satu kamar memiliki dua buah tempat tidur yang
dipisahkan oleh meja kecil , tempatnya cukup nyaman untuk empat orang .
Tak terasa subuh
menjelang dan matahari belum menampakkan pantulan sinarnya, sejak dari tadi
Adzan subuh telah membangunkanku dari tidur yang pulas akibat kelelahan setelah
perjalanan.
Saatnya untuk memulai
hari ini dengan penuh semangat . Keep
Sprit Guys !!!
Hari kedua di Yogyakarta
sekaligus hari paling penting dalam sejarah kami karena hari ini lebih banyak objek wisata lagi
yang akan kami kunjungi , dimulai dari Museum TNI AD yang memberi kami banyak bekal
sejarah-sejarah dari TNI indonesia , lalu Keraton Yogyakarta yang juga
memberikan kami pengetahuan tentang budaya dan adat yang dimiliki oleh
masyarakat Yogyakarta.
Tak ada kisah yang tak lengkap
jika belum mengabadikannya sebagai album photo kenangan. Dan lagi-lagi Bayu yang
menjadi juru photo kami, dengan menggunakan kamera milikku ,layaknya profesional
ia memotret kami bersama beberapa turis disana.
Satu hal lagi yang
tidak melengkapi perjalanan liburan jika tidak membawa buah tangan untuk
keluarga tercinta . Oleh-oleh terkenal Yogyakarta tak lain adalah makanan khas
bakpia ,geplak dan berbagai kerajinan batik , tas serta baju yang ada di Jalan Malioboro
Dengan sigapnya aku dan
sahabat lainnya berpencar mencari barang-barang yang disukai untuk diri sendiri
maupun sebagai oleh-oleh. Di Yogyakarta saat membeli tidak sah jika tidak ada
tawar menawarnya , harga yang bernilai tinggi dapat turun drastis jika memiliki
penawar yang jenius seperti gadis hitam manis bernama Witri , bahasa jawanya
yang medok itu berhasil berkali- kali mendapat kan benda-benda antik dengan
harga yang murah.
Laila dan aku membeli
rok panjang yang sama tetapi hanya berbeda warna ,aku lebih suka rok batik yang
di selimuti warna merah muda lembut, ketimbang warna purple yang Laila miliki sekarang .
Setelah puas berbelanja
kami melanjutkan perjalanan ke Candi yang terkenal menjadi salah satu keajaiban
dunia yaitu Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang , Jawa Tengah.
Candi yang dibangun
oleh Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendara pada tahun 824 memiliki patung
Buddha sebanyak 504 dan 72 stupa terawang dan 1 stupa sebagai induk. Bukan
pertama kali bagiku mendatangi objek wisata satu ini di karenakan tahun lalu
baru saja aku berlibur bersama keluargaku mengunjungi Candi Borobudur.
Langkah demi langkah
tangga menuju puncak candi kami naiki, walaupun sedikit berdesakkan tapi tidak
apa-apa , anak mudakan tidak boleh kehilangan spirit-nya.
Seperti peribahasa Berakit-rakit Dahulu Bersenang-senang Kemudian
, mencapai puncak candi tidaklah mudah karena tangganya semakin tinggi dan
curam , berpegangan erat pada railing
yang mengapit tangga adalah solusi terbaik agar tidak jatuh . Dan akhirnya
usaha kami tidak sia-sia karena telah sampai di puncak Candi Borobudur.
Sesampai di puncak bertambah
lagi kekaguman kami kepada ciptaan Allah yang luar biasa , dari puncak sangat jelas kami bisa
melihat Gunung Merapi , gunung yang masih aktif dan kapan saja dapat
mengeluarkan muntahan magmanya . Tak lupa kami abadikan suasana tersebut dengan
kamera digital kami , bergaya seakan tak ada orang yang lewat ataupun berkunjung
, asalkan bahagia tak apa selagi bersama sahabat tercinta .
Salah satu yang membuatku
tertawa geli ketika aku dan Laila berusaha memanjat batu di puncak untuk
berphoto di bawah awan gelap yang merintikkan anugrahnya , untung saja tidak
ada petugas yang melihat tingkah kami karena jelas-jelas tertulis larangan
untuk memanjat batu di puncak Borobudur.
Sekali lagi aksi jeprat jepret berhasil membuat kami
layaknya seperti photo model iklan terkenal. Bersama keluarga kelasku
kucurahkan seluruh duka hati, suka cita dan bahagia di atas puncak Candi
Borobudur , kami menunjukkan betapa kuatnya persahabatan kami , betapa kuat
kepedulian kami dan betapa kuat rasa saling percaya yang tertanam dalam diri
kami.
Persahabatan bukanlah
hal yang mudah di lupakan begitu saja , apalagi ketika kita telah menempuh
jalan kesuksesan masing-masing pasti akan lebih banyak menemukan
pengalaman-pengalaman yang lebih berkesan lagi . Tetapi persahabatan tetap
persahabatan , dimanapun mereka berada sekarang tetap ada serpihan kenangan
yang tersisa, kenangan yang kita buat saat liburan bersama , saat bercanda
bersama dan saat berphoto bersama , semua itu adalah bukti bahwa kita ada dan
persahabatan kita pernah ada.
Objek Wisata terakhir
sekaligus yang paling berkesan , Candi Borobudur yang mengajarkan kami berapa
lama pun kau berdiri tetap saja harus ingat bahwa ada bangunan kokoh yang
selalu menyokongmu sampai membuat puncakmu sendiri berdiri dan itulah Sahabat.
Cerita tetap akan
menjadi cerita dan tempat-tempat itu menjadi saksi dari cerita kami , kami pun
pulang dari Yogyakarta kembali menuju pulau Sumatera menyebrangi selat sunda
menggunakan kapal yang tangguh bernama Kapal
Ferri , air laut bergelombang setelah di lalui kapal membawa sejuta suka
cita , pelajaran dan pengalaman dari perjalanan panjang kami . Sungguh Liburan
yang tak pernah terlupakan dalam benak dan ragaku , ingin rasanya mengulang
kembali pada masa itu , ketika kita bersama berada di atas karang pantai , memandang pemandangan dengan satu arah dan
saling berpegangan tangan satu sama lain.
Sahabat ingatkah hari itu
, wajah kita berseri sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar